Statistik Non Parametrik dalam Penelitian Sosial

Statistik Nonparametrik dapat dipandang sebagai kumpulan metode statistik yang baik tidak berhubungan dengan parameter tertentu atau  mempertahankan properti distribusi terlepas dari distribusi yang memiliki dasar data ( metode bebas distribusi).

Pengolahan data statistik memiliki prinsip yang dapat dibagi dalam dua analisis. Pertama statistik deskriptif, yaitu sebuah analisis statistik yang berkaitan dengan pencatatan dan peringkasan data. Statistik deskriptif bertujuan untuk menjelaskan hal yang penting pada suatu kelompok data dengan mencatat dan meringkas data. Kedua statistik inferensia, yaitu sebuah analisis yang berkaitan dengan menjelaskan hubungan, pengaruh atau determinasi antar variabel. Sehingga dapat diambil keputusan yang rasional berdasarkan angka.

Dari kedua prinsip tersebut yang akan digunakan untuk pengujian hipotesis adalah statistik inferensia. Statistik inferensia memiliki prinsip sebagai penarikan kesimpulan yang menggambarkan ciri populasi berdasarkan sampel, sehingga apa yang disajikan berlaku umum.
Statistik inferensia sendiri dalam metodenya dibagi menjadi dua yaitu statistik parametrik dan statistik non parametrik. Statistik parametrik adalah metode pengukuran diikuti dengan asumsi-asumsi parameter yang harus terpenuhi.
Dalam metode statistik moderen, teknik statistik inferensia yang pertama muncul adalah statistik parametrik dengan asumsi mengenai sifat populasi dari mana data tersebut diambil. Karena nilai populasi adalah parameter, maka teknik ini disebut dengan statistik parametrik. Sebagai contoh asumsi statistik parametrik diambil berdasarkan distribusi normal dan beberapa kelompok memiliki varian yang sama atau sebaran data yang sama.
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan sosial saat ini, statistik inferensia menjadi tidak ketat mengenai asumsi-asumsi parameter tersebut, hal tersebut dikarenakan keterbutuhan dan dinamika ilmu sosial humaniora yang semakin kompleks. Pemakluman asumsi uji prasyarat sebagai gambaran populasi tersebut dikseampingkan oleh beberapa ahli, lalu terciptalah statistik dengan teknik non parametrik.

Teknik non parametrik atau distribusi bebas menghasilkan kesimpulan yang memerlukan kualifikasi yang lebih sedikit jumlahnya. Para peneliti ilmu sosial humaniora dapat bersuka cita dalam menggunakan teknik ini tanpa memperhatikan bentuk populasi atau uji-uji prasyarat.
Sebagian besar dari teknik analisis statistik non parametrik dapat diterapkan dalam data yang berbentuk ordinal bahkan data nominal, bahkan saking ekstrimnya statistik non parametrik dapat menganalisis sampel yang berjumlah enam responden saja.

Anggapan bahwa peneliti ilmu sosial harus menyediakan waktu yang banyak untuk mengumpulkan data dengan statistik non parametrik peneliti sosial tidak perlu lagi banyak menghabiskan waktu dengan menghitung asumsi prasyarat dalam statistik inferensia. Statistik non parametrik merupakan cara yang tepat untuk melakukan uji hipotesis.

Metode nonparametrik membentuk bagian integral dari para peneliti ilmu sosial dalam konsentrasi  statistik atau kuantitatif, serta membantu peneliti pemula atau mahasiswa dalam menggunakan statistik. Sejumlah pendekatan yang berguna untuk gambaran presentasi dalam dunia pendidikan misalnya untuk meningkatkan instruksi statistik nonparametrik. Metode statistik nonparametrik menjadi analog klasik bagi ilmu sosial dalam menekankan pentingnya asumsi, menunjukkan kegunaan teknik nonparametrik dengan contoh nyata.


Penulis Rahmat syah, terinspirasi oleh buku Prof. Sidney Sigel (Guru Besar Pennsylvania State University) yang berjudul Statistic Non Parametric For Social Science

Comments